Thursday, February 2, 2017

Sejarah Harun Ar-Rasyid

BAB I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Dewasa ini telah banyak dijumpai berbagai masalah yang komplek tentang berbagai hal. Baik dalah masalah pendidikan, ekonomi, kondisi masyarakat ataupun pada penegakan hukum. Banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat menimbulkan banyak masalah ataupun perselisihan antara berbagai pihak.
Indonesia merupan negara yang menjalankan pemerintahan dengan system demokrasi. Seperti yang diketahui bersama untuk memilih wakil-wakil rakyat diadakan lewat pemilu. Namun fenomena-fenomena yang terjadi adalah banyak wakil rakyat yang tidak amanah. Hal ini banyak menimbulkan pertanyaan bagaimanakah tindakan yang harus diambil untuk kasus ini. Untuk kedepannya juga timbul bayak pertnyaan bagaimana sebenarnya system pemilihan wakil rakyat dan kreteria apa sajakah yang harus dimiliki mereka.
Indonesia juga merupakan Negara yang terdiri dari banyak sukugsa dan Kondisi social yang bebada tiap daerah. Kondisi gaorafis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau kadang juga susah untuk di jangkau oleh pihak-pihak terkait untuk pembangunan. Sehingga sudah menjadi rahasia umum bahwa pembangunan di Indonesia tidak merata, apalagi pada daerah perbatasan. Sehingga berdampak pada tingkat keseahteraan masyarakat Indonesia baik di perkotaan atau di pedalaman.
Berdasarkan uraian di atas maka penyusun memutuskan untuk mengkaji pemerintahan pada masa Harun Ar-Rasyid yang merupakan khalifah masa Abbasiyah, yang pada masanya menjadi masa keemasan bagi kehalifahan Abbasiyah.



1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjabaran latar belang di atas, maka didapat rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Siapa Harun Ar-Rasyid?
2.      Bagaimana kekhalifahan masa HArun Ar-Rasyid?
3.      Bagaiman kondisi masyarakat pada masa Pemerintahan Harun Ar- Rasyid?
4.      Bagaimana relevansi kebijakan pemerintahan Harun Ar-Rasyid dengan masa sekarang?
1.3.Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui siapakah Harun Ar Rasyid.
2.      Untuk mengetahui kehalifahan pada masa Harun Ar-Rasyid.
3.      Untuk mngetahui kondisi masyarakat pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid.
4.      Untuk mengetaui relevansi kebijakan Harun Ar-Rasyid dengan masa sekarang.



BAB II
Pembahasan
2.1  Biografi Harun Ar-Rasyid
Harun Ar-Rasyid yang bernama lengkap Ar-Rasyid bin Muhammad Al-Mahdi bin Abdullah AL-Mansyur bin Muhammaad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Mutholib, Abu Ja’far. Dilahirkan di Ray pada tanggal keriga terakhir dari bulan dzulhijjah tahun 150 H. Ibunya adalah Al-Khaizuran Al-Jurasyiyyah berasal dari Yaman, dan ayahnya adalah Muhammad Al Ma’mun(813-833) yang merupakan khalifah ketiga dari dinasti Abbasiyah. Kemudian kakaknya adalah Musa Al-Hadi, khalifah keempat.
Walaupun Harun Ar-Rasyid berasal dari dinasti Abbasiya namun ia dikenal dekat dengan keluarga Barmaki dari Persia(Iran). Mada mudanya Harun Ar-Rasyid belajar kepada Yahya ibn Khalid Al-Barmak. Harun Ar-Rasyid memiliki wawasan ilmu dan sastra, menyukai ilmu dan ulama, senantiasa menghindari apa-apa yang diharamkan Islam, tidak suka mebantah agama atau mengeluarkan kata-kata yang bertentangan dengan nash(Al-qur’an dan As-sunnah).
 Karena kecerdasannya, pada usia muda ia sudah terlibat dalam pemerintahan ayahnya. Pada masa kepemerintahan ayahnya, ia dua kali didaulat untuk memimpin ekspedisi militer untuk menyerang Bizantium(779-780) dan (781-782), sampai ke pantai Bosporus. Pada ekspedisi ini ia didampingi oleh para jendral dan Veteran, tentunya ia sebelum terjun ke medan perang ia mendapatkan pendidikan ketentaraan.
Sebelum diangkat menjadi khalifah, ia telah dua kali menjabat sebagai gubernur di As-Syaifah pada tahun 163 H/779M dan di maghribi pada tahun 780M. kemudian Al Mahdi mengukuhkannya menjadi putra mahkota pada tahun 166 H/782 M untuk menjadi pengganti khalifah setelah saudaranya. Tepat empat tahun kemudian tepat pada tanggal 14 september 786 M Harun Ar Rasyid mengukuhkan dirinya menjadi khalifah, mengantikan sauaranya yang telah wafat.
Di antara sifat-sifat khalifah Harun ar-Rasyid yang amat menonjol ialah beliau kadang-kadang diumpamakan sebagai angin ribut yang kencang dan kadang pula sebagai angin yang bertiup sepoi-sepoi basah, beliau lebih mengutamakan akal daripada emosi, kalau marah beliau begitu garang dan menggeletar seluruh tubuh dan kalau memberi nasihat beliau menangis terseduh-seduh.
Harun Ar-Rasyid wafat tepat pada tanggal 4 jumaditsani 193H/809M, pada prjalanan menumpas kaum pemberontak di Khurasan. Beliau meninggal dikarnakan menderita sakit dan terpaksa tidak bisa melanjutkan perjalanan.

2.2  Pemerintahan(kekhalifahan) Harun Ar-Rasyid
Popularitas daulah Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah harun Ar Rasyid (786-809M). seorng khalifah yang ampir disamakan dengan Umar bin Abdul Azis dari khalifah bani umayyah yang taad beragama, sholeh dan dermawan. Pada masa itu Baghdad menjadi kota 1001 malam yang tiada tandingannya di abad pertengahan.
Wilayah kekuasaan daulah Abbasiyah pada saat itu sangan luas, membentang dari Afrika utara sampai hindukus, India. Dengan kekuatan militer yang sangat luar biasa. Konsep pemerintahan yang dianut oleh daulah Abbasiyah adalah bahwa hak kepemimpinan diperolah dari Allah bukan dari manusia sehingga pemimpin tidak perlu bertanggung jawab pada mansia melainkan hanya pada Allah.
Pemerintahan daulah Abbasiyah menduduki tata kehalfahan berdasarkan keturunan. Harun Ar-Rasyid pun menjadi khalifah karena ayahnya menjadi khalifah. Pada pemerintahannya harun Ar-Rasyid menyerahkan urusan keungan dan keadilan kepada orang lain atau bagian lain. Namun ia selalu mengikuti secara aktif setiap urusan kepemerintahan dan urusan peradilan. Sehingga dikenal dengan keadilannya pada setiap keputusan hukum yang diambil.
Sebagai contoh seorang hakim bernama Hafs bin Ghiyats dipecat dari jabatannya karena telah menjatuhkan keputusan yang salah kepada seorang bernama Zubaidah. Dalam menjalankan roda pemerintahannya Harun Ar-Rasyid tak kenal kompromi, apalagi terhadap korupsi dan pejaba yang merugikan rakyat. Walaupun pelaku itu merupakan orang dekat dan berpengaruh terhadap hidupnya, tak sega ia memecatnya dan memenjarakannya. Seperti Yahya bin Khalid yang diangkat sebagai perdana mentri(Wazir).
Harun pun menyia dan mengembalikan harta yahya senilai 30,676 juta dinar  kepada kas Negara. Dengan begitu, peemerintahan yang dipimpinnya terabas dari korupsi yang menyengsarakan rakyat. Pemerintahan yang bersih dari korupsi menjadi komitmennya.
Sang khalifah benar-benar memperhatikan dan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Guna meningkatkan kesejahteraan negara dan rakyat, Harun ArRasyid memajukan ekonomi, perdagangan, dan pertanian dengan sistem irigasi. Kemajuan dalam sektor-sektor ini menjadikan Baghdad, ibu kota pemerintahan Bani Abbas, sebagai pusat perdagangan terbesar dan teramai di dunia saat itu. Karenanya, negara memperoleh pemasukan yang besar dari kegiatan dagang tersebut, disamping perolehan dari pajak perdagangan dan pajak penghasilan bumi.
Berangkat dari keinginnan Harun Ar-Rasyid untuk mensejahterakan rakyatnya, hal tersebut terbukti dengan kemajuan-kemajuan yang dicapai pada saat pemerintahannya. Adapun kemajuan tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Harun Ar-Rasyid memperbesar departemen studi Ilmiyah yang didirikan oleh kakeknya Al-Mansur. Perdana mentri dan anggota keluarga istan ayang berbakat berlomba-lomba dalam meajukan ilmu pengetahuan. Menjadikan kota Baghdad menjadi kota yang menarik bagi orang-orang terpelajar seluruh dunia.
Mendirikan Baitul Hikmah yang merupakan institusi kebudayaan dengan pemikiran yang cemerlang ketika itu. Yang juga sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaa yang besar.
2.      Bidang Kesusastraan
Melalui buku seribu satu malam khallifah Harun Ar-Rasyid menjadi masyur dan terkenal. Buku ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa seluruh dunia.
3.      Bidang Hubungan Luar Negeri
Khalifah Haru Ar-Rasyid menjalin hubungan diplimatik dengan Negara-neraga timur dan juga barat. Kalifah ini juga pertama kali menerima tamu para duta besar dari berbagai Negara barat.
4.      Bidang kesehatan
Pemerintahan Khalifah Harun Ar Rasyid mendirikan rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi. Pada masa nya sudah terdapat sekitar 800 orang dokter.
5.      Bidang keamanan
Orang-orang tidak takut untuk melakukan perjalanan pada malam hari karena tingkat kejahatan yang minim. Kaum erpelajar dan masyarakat umum melakukan perjalanan penjelajahan di negeri yang sagat luas dan aman.
6.      Bidang Ekonomi
Masa Harun Ar Rasyid sangat sulit untuk mncari orang yang akan diberi zakat dan sedekah karena tingkat kemakuran penduduk yang merata. Disamping itu para pedagang dan saudagar menanamkan investasinya di beragai bidang usaha di wilayah daulah bani abbasiyah.
2.3  Relefansi kebijakan Harun Ar-Rasyid dengan Masa Sekarang
Melihat beberapa kemajuan dan juga ketegasannya dalam mengambil keputusan dimungkinkan dapat diadopsi sebagai acuan atau contoh dalam menjalankan pemerintahan saat ini.
 Apalagi dengan gejolak merajalelanya berbagai macam kasus korupsi di berbagai bidang. Masih juga terdapat ketidak adilan di berbagai kasus dalam lembaga peradilan saat ini. Hal ini dimungkinkan karena masih terjadi kompromi oleh penegak keadilan.
Misalnya pada kasus koripsi oleh wazirnya, ia tak segan untuk mencopot dan memenjaraknnya, bahkan mengembalikan kekayaan wazirnya kepada kas Negara. Karena jika hal tersebut dibiarkan maka akan menyengsarakan rakyat.
Keajuan dan kesejahteraan rakyat yang didapat oleh khalifah harun Ar Rasyid tak lepas dari sikap kempemimpinannya yang perlu di contoh dan dikaji untuk mengetahui bagaimana sebenarna cara beliau memimpin. Beberapa hal yang masih relevan dapat diaplikasikan dalam masa sekarang.




BAB III
Penutup
3.3.  Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah:
1.      Harun Ar-Rasyid adalah khalifah ke-lima dari dinasti Abbasiyah. Ia merupakan anak dari Muhammad Mahdi dan Al-Khaizuran Al-Jurasyiyyah. Lahir pada tahun 150 H tagal ketiga terakhir bulan dzulhijjah. Eliau diangakat sebagai khalifah pada tanggal 14 september 786 M. belliau wafat pada saat perjalanan untuk menumpas kaum pemberontak di Khairuzan tanggal 4 jumadiltsani 193H/809M dikarenakan sakit.
2.      Khalifa Harun Ar-Rasyid adalah khalifah yang tak kenal kompromi. Ia disamakan dengan khalifah Umar bin Abdul Azis dari daulah bani Umayyah, yang taat beribadah, sholeh dan dermawan. Banyak kemajuan yang terjadi pada masa kehalifahannya di berbagai bidang diantaranya bidang pengembangan ilmu pengetahuan, bidang kesusastraan dan lain sebagainya.
3.      Pada kehalifahannya juga kondisi masyarakatnya makmur terbukti dengan sulitnya mencari orang yang ber hak menerima zakat dan sedekah. Banyak lembaga pendidikan didirikan dan juga perekonomian meningkat degan datangnya penanam investasi di berbagai bidang usaha.
4.      Banyak hal yang dirasa masih relevan jika diterapkan pada masa sekarang dianntaranya pemberantasan korupsi dan pengembalian harta para koruptor kepada kas Negara sehingga tidak merugikan rakyat. Dan lain sebagainya.
3.4.  Saran
Pemaparan dan pengkajian yang lebih detail tentang zaman kehalifahan Harun Ar-Rasyid akan membuat lebih banyak hal yang dapat dijadikan acuan dan contoh untuk kedepan. Tingakat relevansi dapat dengan mudah terlihat apabila dikaji lebih dalam dan juga lebih detail dan dapat dihubungkan dengan kondisi pemerintahan dan masyarakat jaman sekarang.



Daftar Pustaka

Firmansyah, Fandi.2013.Harun Ar-Rasyid sang Khalifah Abbasiyah. http://fandifirmansyah.blogspot.com/2013/04/harun-ar-rasyid-sang-khalifah-abbasiyah.html
Kasmiati.2006.Harun Ar-Rasyid.Jurnal Hunafa,(on line),3(1);91-100,(http://hunafa.stain-palu.ac.id/wp-content/uploads/2012/02/8-Kasmiati.pdf), diakses 10 April 2014.
Khalil, Syauqi Abu.1997.Harun Ar-Rasyid Amir Para Khalifah dan Raja Teragung Dunia.Jakarta:Pustaka Al-Kaustar.
Mulia, Musda. 2001. Negara Islam : Pemikiran Politik Husain Haikal, Cet. I. Jakarta: Paramadina
Myers, Eugene A.2003.Zaman Keemasan Islam.Jogjakarta:Fajar Pustak Baru
Syalabi, Ahmad. 1993. Sejarah dan Kebudayaan 3. Cet. III. Jakarta: Pustaka Al-Husna
Tim Ensiklopedi. 1998. Ensiklopedi Islam. Cet. III. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Houve
 Yatim, Badri.2008.Sejarah Peradapan Islam Dirasah Islamiyah II.Jakarta:PT Raja Grafindo Pesada.
Zuraya, Nadia.20 November 2010.Belajar Melawan Korupsi dari Khalifah Harun Ar-Rasyid.Republika(On Line). http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/islam-digest/10/11/20/147823-belajar-melawan-korupsi-dari-khalifah-harun-ar-rasyid, diakses 10 April 2014.


1 comment:

  1. Bagus kontennya. Izin save kebijakannya untuk tugas ski.

    ReplyDelete