BAB
I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Dewasa ini
telah banyak dijumpai berbagai masalah yang komplek tentang berbagai hal. Baik
dalah masalah pendidikan, ekonomi, kondisi masyarakat ataupun pada penegakan
hukum. Banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat menimbulkan banyak masalah
ataupun perselisihan antara berbagai pihak.
Indonesia
merupan negara yang menjalankan pemerintahan dengan system demokrasi. Seperti
yang diketahui bersama untuk memilih wakil-wakil rakyat diadakan lewat pemilu.
Namun fenomena-fenomena yang terjadi adalah banyak wakil rakyat yang tidak
amanah. Hal ini banyak menimbulkan pertanyaan bagaimanakah tindakan yang harus
diambil untuk kasus ini. Untuk kedepannya juga timbul bayak pertnyaan bagaimana
sebenarnya system pemilihan wakil rakyat dan kreteria apa sajakah yang harus
dimiliki mereka.
Indonesia
juga merupakan Negara yang terdiri dari banyak sukugsa dan Kondisi social yang
bebada tiap daerah. Kondisi gaorafis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau
kadang juga susah untuk di jangkau oleh pihak-pihak terkait untuk pembangunan.
Sehingga sudah menjadi rahasia umum bahwa pembangunan di Indonesia tidak
merata, apalagi pada daerah perbatasan. Sehingga berdampak pada tingkat
keseahteraan masyarakat Indonesia baik di perkotaan atau di pedalaman.
Berdasarkan
uraian di atas maka penyusun memutuskan untuk mengkaji pemerintahan pada masa
Harun Ar-Rasyid yang merupakan khalifah masa Abbasiyah, yang pada masanya
menjadi masa keemasan bagi kehalifahan Abbasiyah.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan
penjabaran latar belang di atas, maka didapat rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Siapa
Harun Ar-Rasyid?
2.
Bagaimana
kekhalifahan masa HArun Ar-Rasyid?
3.
Bagaiman
kondisi masyarakat pada masa Pemerintahan Harun Ar- Rasyid?
4.
Bagaimana
relevansi kebijakan pemerintahan Harun Ar-Rasyid dengan masa sekarang?
1.3.Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah:
1.
Untuk
mengetahui siapakah Harun Ar Rasyid.
2.
Untuk
mengetahui kehalifahan pada masa Harun Ar-Rasyid.
3.
Untuk
mngetahui kondisi masyarakat pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid.
4.
Untuk
mengetaui relevansi kebijakan Harun Ar-Rasyid dengan masa sekarang.
BAB
II
Pembahasan
2.1
Biografi
Harun Ar-Rasyid
Harun Ar-Rasyid yang bernama lengkap Ar-Rasyid bin Muhammad
Al-Mahdi bin Abdullah AL-Mansyur bin Muhammaad bin Ali bin Abdullah bin Abbas
bin Abdul Mutholib, Abu Ja’far. Dilahirkan di Ray pada tanggal keriga terakhir
dari bulan dzulhijjah tahun 150 H. Ibunya adalah Al-Khaizuran Al-Jurasyiyyah
berasal dari Yaman, dan ayahnya adalah Muhammad Al Ma’mun(813-833) yang
merupakan khalifah ketiga dari dinasti Abbasiyah. Kemudian kakaknya adalah Musa
Al-Hadi, khalifah keempat.
Walaupun Harun Ar-Rasyid berasal dari dinasti Abbasiya namun ia
dikenal dekat dengan keluarga Barmaki dari Persia(Iran). Mada mudanya Harun Ar-Rasyid
belajar kepada Yahya ibn Khalid Al-Barmak. Harun Ar-Rasyid memiliki wawasan
ilmu dan sastra, menyukai ilmu dan ulama, senantiasa menghindari apa-apa yang
diharamkan Islam, tidak suka mebantah agama atau mengeluarkan kata-kata yang
bertentangan dengan nash(Al-qur’an dan As-sunnah).
Karena kecerdasannya, pada
usia muda ia sudah terlibat dalam pemerintahan ayahnya. Pada masa
kepemerintahan ayahnya, ia dua kali didaulat untuk memimpin ekspedisi militer
untuk menyerang Bizantium(779-780) dan (781-782), sampai ke pantai Bosporus.
Pada ekspedisi ini ia didampingi oleh para jendral dan Veteran, tentunya ia
sebelum terjun ke medan perang ia mendapatkan pendidikan ketentaraan.
Sebelum diangkat menjadi khalifah, ia telah dua kali menjabat
sebagai gubernur di As-Syaifah pada tahun 163 H/779M dan di maghribi
pada tahun 780M. kemudian Al Mahdi mengukuhkannya menjadi putra mahkota pada
tahun 166 H/782 M untuk menjadi pengganti khalifah setelah saudaranya. Tepat
empat tahun kemudian tepat pada tanggal 14 september 786 M Harun Ar Rasyid
mengukuhkan dirinya menjadi khalifah, mengantikan sauaranya yang telah wafat.
Di antara
sifat-sifat khalifah Harun ar-Rasyid yang amat menonjol ialah beliau
kadang-kadang diumpamakan sebagai angin ribut yang kencang dan kadang pula sebagai
angin yang bertiup sepoi-sepoi basah, beliau lebih mengutamakan akal daripada
emosi, kalau marah beliau begitu garang dan menggeletar seluruh tubuh dan kalau
memberi nasihat beliau menangis terseduh-seduh.
Harun Ar-Rasyid wafat tepat pada tanggal 4 jumaditsani 193H/809M,
pada prjalanan menumpas kaum pemberontak di Khurasan. Beliau meninggal
dikarnakan menderita sakit dan terpaksa tidak bisa melanjutkan perjalanan.
2.2
Pemerintahan(kekhalifahan)
Harun Ar-Rasyid
Popularitas
daulah Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah harun Ar Rasyid
(786-809M). seorng khalifah yang ampir disamakan dengan Umar bin Abdul Azis
dari khalifah bani umayyah yang taad beragama, sholeh dan dermawan. Pada masa
itu Baghdad menjadi kota 1001 malam yang tiada tandingannya di abad
pertengahan.
Wilayah
kekuasaan daulah Abbasiyah pada saat itu sangan luas, membentang dari Afrika
utara sampai hindukus, India. Dengan kekuatan militer yang sangat luar biasa.
Konsep pemerintahan yang dianut oleh daulah Abbasiyah adalah bahwa hak
kepemimpinan diperolah dari Allah bukan dari manusia sehingga pemimpin tidak
perlu bertanggung jawab pada mansia melainkan hanya pada Allah.
Pemerintahan
daulah Abbasiyah menduduki tata kehalfahan berdasarkan keturunan. Harun
Ar-Rasyid pun menjadi khalifah karena ayahnya menjadi khalifah. Pada
pemerintahannya harun Ar-Rasyid menyerahkan urusan keungan dan keadilan kepada
orang lain atau bagian lain. Namun ia selalu mengikuti secara aktif setiap urusan
kepemerintahan dan urusan peradilan. Sehingga dikenal dengan keadilannya pada
setiap keputusan hukum yang diambil.
Sebagai
contoh seorang hakim bernama Hafs bin Ghiyats dipecat dari jabatannya karena
telah menjatuhkan keputusan yang salah kepada seorang bernama Zubaidah. Dalam
menjalankan roda pemerintahannya Harun Ar-Rasyid tak kenal kompromi, apalagi
terhadap korupsi dan pejaba yang merugikan rakyat. Walaupun pelaku itu
merupakan orang dekat dan berpengaruh terhadap hidupnya, tak sega ia memecatnya
dan memenjarakannya. Seperti Yahya bin Khalid yang diangkat sebagai perdana
mentri(Wazir).
Harun
pun menyia dan mengembalikan harta yahya senilai 30,676 juta dinar kepada kas Negara. Dengan begitu,
peemerintahan yang dipimpinnya terabas dari korupsi yang menyengsarakan rakyat.
Pemerintahan yang bersih dari korupsi menjadi komitmennya.
Sang
khalifah benar-benar memperhatikan dan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya.
Guna meningkatkan kesejahteraan negara dan rakyat, Harun ArRasyid memajukan
ekonomi, perdagangan, dan pertanian dengan sistem irigasi. Kemajuan dalam
sektor-sektor ini menjadikan Baghdad, ibu kota pemerintahan Bani Abbas, sebagai
pusat perdagangan terbesar dan teramai di dunia saat itu. Karenanya, negara
memperoleh pemasukan yang besar dari kegiatan dagang tersebut, disamping
perolehan dari pajak perdagangan dan pajak penghasilan bumi.
Berangkat
dari keinginnan Harun Ar-Rasyid untuk mensejahterakan rakyatnya, hal tersebut
terbukti dengan kemajuan-kemajuan yang dicapai pada saat pemerintahannya.
Adapun kemajuan tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Bidang
Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Harun Ar-Rasyid memperbesar departemen studi Ilmiyah yang didirikan
oleh kakeknya Al-Mansur. Perdana mentri dan anggota keluarga istan ayang
berbakat berlomba-lomba dalam meajukan ilmu pengetahuan. Menjadikan kota
Baghdad menjadi kota yang menarik bagi orang-orang terpelajar seluruh dunia.
Mendirikan Baitul Hikmah yang merupakan institusi kebudayaan dengan
pemikiran yang cemerlang ketika itu. Yang juga sebagai perguruan tinggi dengan
perpustakaa yang besar.
2.
Bidang
Kesusastraan
Melalui buku seribu satu malam khallifah Harun Ar-Rasyid menjadi
masyur dan terkenal. Buku ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa seluruh dunia.
3.
Bidang
Hubungan Luar Negeri
Khalifah Haru Ar-Rasyid menjalin hubungan diplimatik dengan
Negara-neraga timur dan juga barat. Kalifah ini juga pertama kali menerima tamu
para duta besar dari berbagai Negara barat.
4.
Bidang
kesehatan
Pemerintahan Khalifah Harun Ar Rasyid mendirikan rumah sakit,
lembaga pendidikan dokter, dan farmasi. Pada masa nya sudah terdapat sekitar
800 orang dokter.
5.
Bidang
keamanan
Orang-orang tidak takut untuk melakukan perjalanan pada malam hari
karena tingkat kejahatan yang minim. Kaum erpelajar dan masyarakat umum
melakukan perjalanan penjelajahan di negeri yang sagat luas dan aman.
6.
Bidang
Ekonomi
Masa Harun Ar Rasyid sangat sulit untuk mncari orang yang akan
diberi zakat dan sedekah karena tingkat kemakuran penduduk yang merata.
Disamping itu para pedagang dan saudagar menanamkan investasinya di beragai
bidang usaha di wilayah daulah bani abbasiyah.
2.3
Relefansi
kebijakan Harun Ar-Rasyid dengan Masa Sekarang
Melihat
beberapa kemajuan dan juga ketegasannya dalam mengambil keputusan dimungkinkan
dapat diadopsi sebagai acuan atau contoh dalam menjalankan pemerintahan saat
ini.
Apalagi dengan gejolak merajalelanya berbagai
macam kasus korupsi di berbagai bidang. Masih juga terdapat ketidak adilan di
berbagai kasus dalam lembaga peradilan saat ini. Hal ini dimungkinkan karena
masih terjadi kompromi oleh penegak keadilan.
Misalnya
pada kasus koripsi oleh wazirnya, ia tak segan untuk mencopot dan
memenjaraknnya, bahkan mengembalikan kekayaan wazirnya kepada kas Negara.
Karena jika hal tersebut dibiarkan maka akan menyengsarakan rakyat.
Keajuan
dan kesejahteraan rakyat yang didapat oleh khalifah harun Ar Rasyid tak lepas
dari sikap kempemimpinannya yang perlu di contoh dan dikaji untuk mengetahui
bagaimana sebenarna cara beliau memimpin. Beberapa hal yang masih relevan dapat
diaplikasikan dalam masa sekarang.
BAB
III
Penutup
3.3.
Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah:
1.
Harun
Ar-Rasyid adalah khalifah ke-lima dari dinasti Abbasiyah. Ia merupakan anak
dari Muhammad Mahdi dan Al-Khaizuran Al-Jurasyiyyah. Lahir pada tahun 150 H
tagal ketiga terakhir bulan dzulhijjah. Eliau diangakat sebagai khalifah pada
tanggal 14 september 786 M. belliau wafat pada saat perjalanan untuk menumpas
kaum pemberontak di Khairuzan tanggal 4 jumadiltsani 193H/809M dikarenakan sakit.
2.
Khalifa
Harun Ar-Rasyid adalah khalifah yang tak kenal kompromi. Ia disamakan dengan
khalifah Umar bin Abdul Azis dari daulah bani Umayyah, yang taat beribadah,
sholeh dan dermawan. Banyak kemajuan yang terjadi pada masa kehalifahannya di
berbagai bidang diantaranya bidang pengembangan ilmu pengetahuan, bidang
kesusastraan dan lain sebagainya.
3.
Pada
kehalifahannya juga kondisi masyarakatnya makmur terbukti dengan sulitnya
mencari orang yang ber hak menerima zakat dan sedekah. Banyak lembaga pendidikan
didirikan dan juga perekonomian meningkat degan datangnya penanam investasi di
berbagai bidang usaha.
4.
Banyak
hal yang dirasa masih relevan jika diterapkan pada masa sekarang dianntaranya
pemberantasan korupsi dan pengembalian harta para koruptor kepada kas Negara
sehingga tidak merugikan rakyat. Dan lain sebagainya.
3.4.
Saran
Pemaparan dan pengkajian yang lebih
detail tentang zaman kehalifahan Harun Ar-Rasyid akan membuat lebih banyak hal
yang dapat dijadikan acuan dan contoh untuk kedepan. Tingakat relevansi dapat
dengan mudah terlihat apabila dikaji lebih dalam dan juga lebih detail dan
dapat dihubungkan dengan kondisi pemerintahan dan masyarakat jaman sekarang.
Daftar
Pustaka
Firmansyah, Fandi.2013.Harun Ar-Rasyid sang Khalifah Abbasiyah.
http://fandifirmansyah.blogspot.com/2013/04/harun-ar-rasyid-sang-khalifah-abbasiyah.html
Kasmiati.2006.Harun Ar-Rasyid.Jurnal
Hunafa,(on line),3(1);91-100,(http://hunafa.stain-palu.ac.id/wp-content/uploads/2012/02/8-Kasmiati.pdf), diakses
10 April 2014.
Khalil, Syauqi Abu.1997.Harun
Ar-Rasyid Amir Para Khalifah dan Raja Teragung Dunia.Jakarta:Pustaka
Al-Kaustar.
Mulia, Musda. 2001. Negara Islam
: Pemikiran Politik Husain Haikal, Cet. I. Jakarta: Paramadina
Myers, Eugene A.2003.Zaman
Keemasan Islam.Jogjakarta:Fajar Pustak Baru
Syalabi, Ahmad. 1993. Sejarah dan
Kebudayaan 3. Cet. III. Jakarta: Pustaka Al-Husna
Tim Ensiklopedi. 1998. Ensiklopedi
Islam. Cet. III. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Houve
Yatim, Badri.2008.Sejarah Peradapan Islam
Dirasah Islamiyah II.Jakarta:PT Raja Grafindo Pesada.
Zuraya, Nadia.20 November 2010.Belajar Melawan Korupsi dari
Khalifah Harun Ar-Rasyid.Republika(On Line). http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/islam-digest/10/11/20/147823-belajar-melawan-korupsi-dari-khalifah-harun-ar-rasyid, diakses 10 April
2014.
Bagus kontennya. Izin save kebijakannya untuk tugas ski.
ReplyDelete